Breaking News
Berita  

Picu Kemacetan di Makassar, Sopir Truk Minta Pemerintah Fokus Suplai BBM Biosolar Lancar

METAINFO.ID,MAKASSAR-Belakangan ini pemandangan antrean mobil truk dan sejenisnya kerap terjadi di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Antrean mmobil berukuran besar ini kerap menjadi pemicu kemacetan parah karena mereka antri hingga di badan jalan, bahkan sampai mengular hingga ratusan meter dari SPBU.

Dari informasi yang dihimpun , hal ini terjadi karena distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar diduga kerap lambat masuk di SPBU sehingga terjadi antrean panjang dan biasa memicu kemacetan di jalan Perintis Kemerdekaan, Urip Sumiharjo dan beberapa wilayah lainnya di kota Makassar.

Salah seorang sopir truk jenis Fuso, Hadi, ia mengaku sangat resah dengan kondisi antrean BBM Biosolar selama ini. Pasalnya, selain kerap membuat kemacetan, juga waktu operasional kerja yang ditekuni sang sopir terganggu sehingga kinerja tidak efisien.

“Kami harap sama pemerintah agar lancar ini suplai BBM solar. Bantuki ini supir supaya kami juga tak bentrok dengan warga karena macet. Kami ini cari hidup dijalanan ituji saja pak kami harap bisa pulang cepat karena ada keluarga pak.”ungkapnya saat mengantri di SPBU Jl Perintis Kemerdekaan depan Pintu Satu Unhas, Sabtu,(1/7/26).

Dia mengaku saat mengantri menunggu pengisian BBM Biosolar terkadang biasa sampai dua hingga tiga hari lamanya.

” Pernah sampai tiga hari pak kami menunggu di SPBU tunggu solar.”jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC 1 Hiswana Migas, Chairul Aqmal, yang coba dikonfirmasi terkait hal tersebut lewat telepon Whatsup-nya hingga saat ini belum ada jawaban. Begitupun dengan pihak pertamina, yakni Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Yukoana Walangadi, pun belum memberikan jawaban pasti perihal kondisi  SPBU yang kerap dipadati antrean mobil truk karena ingin mengisi BBM Biosolar.

Diketahui tingginya permintaan terhadap Biosolar sebagai BBM bersubsidi disebut menjadi pemicu utama antrean tersebut. Selisih harga yang cukup jauh dengan BBM nonsubsidi membuat banyak pengemudi kendaraan niaga memilih mengantre untuk mendapatkan Biosolar.Saat ini, harga Biosolar dipatok Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite mencapai Rp23.600 per liter.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *