METAINFO.ID Makassar– Melihat Dinamika di ruang publik terkait program andalan Presiden Prabowo Subianto, Dzulfikar Achmad Tawalla terpanggil untuk meneliti ilmiah dalam agenda Penyelesaian studi Doktoral Ilmu Komunikasi di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Penelitian disertasi ini mengkaji bagaimana algoritma media sosial dan kecerdasan artifisial memengaruhi pembentukan citra program prioritas Presiden Prabowo Subianto serta persepsi masyarakat di ruang digital.
Dzulfikar mengangkat isu komunikasi politik digital dalam proposal penelitiannya yang berjudul “Algorithmic Framing dalam Komunikasi Politik Digital: Konstruksi Citra Program Prioritas Presiden Prabowo dan Pembentukan Opini Publik di Era Kecerdasan Artifisial.” (12/10/2026)
Penelitian ini berangkat dari perkembangan media sosial dan kecerdasan artifisial yang semakin memengaruhi cara masyarakat memperoleh informasi politik. Algoritma platform digital tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menentukan konten yang ditampilkan dan memperoleh perhatian pengguna.
Dzulfikar menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada bagaimana algoritma, aktor politik, dan platform digital berperan dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap program prioritas pemerintah.
“Penelitian ini ingin melihat bagaimana algoritma media sosial berperan dalam membingkai informasi politik, membentuk citra program prioritas Presiden Prabowo, serta memengaruhi proses pembentukan opini publik di era kecerdasan artifisial,” ujar Dzulfikar yang juga merupakan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.
Menurutnya, perkembangan komunikasi politik digital menjadi isu penting untuk dikaji karena informasi yang beredar di media sosial dapat memengaruhi cara masyarakat memahami dan menilai kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, penelitian ini juga menaruh perhatian pada implikasi penggunaan algoritma terhadap kualitas demokrasi dan kemandirian masyarakat dalam membentuk pandangan politik.
Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data direncanakan melalui wawancara mendalam dan observasi digital pada sejumlah platform media sosial, meliputi Instagram, X, YouTube, TikTok, dan Facebook.
Melalui penelitian ini, Dzulfikar berharap dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu komunikasi politik digital sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai hubungan antara algoritma, penyebaran informasi, dan pembentukan opini publik.
Dalam pelaksanaan seminar usulan penelitian, Dzulfikar didampingi oleh tim akademik yang terdiri atas Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si. selaku promotor dan Prof. Dr. Phil. Sukri, S.I.P., M.Si. selaku Co-promotor.
Adapun tim penilai atau penguji terdiri atas Dr. Muliadi Mau, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. H. Muh. Akbar, M.Si., dan Dr. Alem Febri Sonni, S.Sos., M.Si.
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi politik di Indonesia, khususnya dalam memahami bagaimana teknologi digital dan kecerdasan artifisial memengaruhi penyebaran pesan politik serta pembentukan persepsi masyarakat terhadap program pemerintah. (**)













