METAINFO.ID,MAKASSAR-Pemerintah Kecamatan Biringkanaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Hal tersebut ditandai dengan kehadiran Sekretaris Kecamatan Biringkanaya, Ryan N.P. Tarukallo, S.STP., M.A.P., yang mendampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, S.STP., MM., dalam kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi RAPPO, yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Biringkanaya, Jalan Prof. Dr. Ir. Sutami Nomor 100, Kota Makassar, pada Selasa (16/12/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong inovasi pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai, yang selama ini menjadi salah satu permasalahan lingkungan perkotaan.
Melalui pelatihan dan sosialisasi RAPPO, pemerintah menghadirkan pendekatan baru yang tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada nilai sosial dan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Kecamatan Biringkanaya, Ryan N.P. Tarukallo, S.STP., M.A.P., menegaskan bahwa program RAPPO sejalan dengan visi pemerintah kecamatan dalam mendorong partisipasi masyarakat pada pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“RAPPO menghadirkan pendekatan yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Pengelolaan sampah tidak hanya berbicara soal kebersihan lingkungan, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat ekonomi, khususnya bagi kaum perempuan dan pelaku usaha kecil,” ujar Ryan.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan kelompok-kelompok kreatif di tingkat kelurahan yang dapat mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai guna.
“Kami berharap peserta yang hadir hari ini dapat menjadi pelopor di lingkungannya masing-masing, menularkan pengetahuan yang diperoleh, dan menggerakkan warga untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah,” tambahnya.
RAPPO merupakan sebuah usaha sosial (social enterprise) yang bergerak di bidang pengolahan dan daur ulang sampah kantong plastik sekali pakai. Keunikan RAPPO terletak pada konsep produksinya yang menitikberatkan pada pemberdayaan perempuan, khususnya para penjahit lokal dan perempuan yang berada di kawasan pesisir. Melalui model usaha ini, pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, menyampaikan bahwa permasalahan sampah plastik memerlukan solusi inovatif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha sosial. Ia menilai RAPPO sebagai contoh konkret bagaimana sampah dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi tinggi.
“Sampah plastik tidak selalu harus berakhir di TPA. Dengan kreativitas dan inovasi, sampah justru bisa menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat. RAPPO menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan sosial,” ujar Helmy Budiman Dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus mendorong lahirnya inisiatif-inisiatif serupa sebagai bagian dari strategi besar menuju Makassar Bebas Sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui perubahan pola pikir dan perilaku













