METAINFO.ID,Sinjai – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin Posko 114 di Desa Biroro, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan kemasan dan label produk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Program ini diinisiasi oleh Khofijatuzzahro, mahasiswa Prodi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan nilai jual serta daya saing produk pangan lokal seperti keripik singkong, kerupuk ikan, dan aneka kue kering khas Desa Biroro.
Menurut Khofijatuzzahro, pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kualitas label dan kemasan produk UMKM yang belum memenuhi standar informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga memengaruhi kepercayaan konsumen dan minat beli di pasar yang lebih luas.
“Pelaku UMKM skala rumah tangga tetap wajib memahami ketentuan label pangan yang benar sebagai bentuk perlindungan konsumen dan peningkatan profesionalisme produk,” ujarnya dalam sesi pelatihan.
Kegiatan ini mencakup sesi teori dan praktik menggunakan aplikasi desain grafis Canva. Peserta diajarkan langkah-langkah membuat label produk mulai dari penamaan, penulisan komposisi bahan, berat bersih, alamat produsen, hingga pencantuman izin edar (PIRT/BPOM) dan tanggal kedaluwarsa. Mahasiswa KKN juga menyosialisasikan Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2023 tentang Registrasi Pangan Olahan.
Selain label, peserta dikenalkan dengan berbagai alternatif kemasan seperti standing pouch, botol plastik, dan kertas kraft ramah lingkungan, lengkap dengan kelebihan serta kisaran biayanya.
Respons peserta sangat positif. Banyak pelaku UMKM mengaku baru memahami pentingnya informasi pada label dan pengemasan yang sesuai aturan. Mereka juga antusias mencoba langsung membuat desain label secara mandiri, dan berkomitmen untuk memperbaiki tampilan produk mereka.
Dengan adanya pelatihan ini, Khofijatuzzahro berharap para pelaku UMKM Desa Biroro lebih percaya diri dalam memasarkan produknya ke pasar digital dan konvensional. “Kemasan dan label bukan hanya pelengkap, tetapi merupakan strategi promosi visual yang menentukan daya saing dan kelangsungan produk di era kompetitif seperti sekarang,” tambahnya.(**)













