Foto:Pemerhati “KOPISALAM”
METAINFO.ID-Komunitas Pemerhati Sutra Alam Soppeng ( KOPISALAM)mengungkapkan keinginan untuk mengembalikan kejayaan Persutraan Alam di Kabupaten Soppeng dan sekitarnya.
Hal tersebut diungkapkan, Andi Tobo Haeruddin yang merupakan salah satu anggota Kopisalam, saat ditemui di Kawasan Apartemen Vidaviw Jalan Bolevard Panakkukang Makassar, Jumat,(28/08/25).
Menurutnya, ada beberapa tujuan penting dalam membangun kembali produktivitas Sutra Alam di Soppeng dan Sulawesi Selatan. Diantaranya, membuka lapangan kerja, lahan tidur bisa produktif dan ekonomi masyarakat bisa lebih baik dan sejahtera.
” Jadi ini bentuk keprihatinan tokoh masyarakat, intelektual dan tokoh kampus yang bermukim di Kota Makassar asal dari Soppeng mencoba memikirkan, mengagas dan membangkitkan kejayaan sutra di Soppeng yang pernah mendunia. Tujuannya supaya terbuka lapangan kerja dan masyarakat lebih sejahtera.”ungkap Andi Tobo Haeruddin.
“Setelah berdiskusi lebih dalam bersama tokoh / ilmuwan soppeng yang ada di Makassar, prof.Baharuddin Semmaila, Prof Sudirman Numba, DR.Suardi Bakri dan Budayawan Andi. Wanua Tangke mereka semua mendukung niat baik tersebut , bahkan bersedia terlibat langsung dlm proses pengembangan sutra alam soppeng.”sambung Andi Tobo.
Selain itu, Andi Tobo mengaku Soppeng dari segi budaya memang sangat cocok dengan usaha sutra Alam dan ulat sutra.
“Daerah Soppeng memang cocok untuk pengembangan Sutra Alam. Soppeng dari budaya memang familiar dengan ulat sutra
. “jelasnya.
Bahkan, sebelumnya presiden ke 2 RI, Soeharto, pernah dua kali mengunjungi Kabupaten Soppeng untuk melihat usaha Sutra Alam yang saat itu sedang berkembang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk menyusun program komoditas sutra alam di Soppeng kedepan, Kopisalam berencana dalam waktu dekat akan menemui Pemda Soppeng dan juga anggota DPRD. Sehingga, kendala-kendala yang dihadapi bisa dicarikan solusi secara bersama-sama demi tercapainya cita-cita luhur memamerkan masyarakat.
“Dalam waktu dekat kami akan menemui Pak Bupati dan Wakil Bupati Soppeng serta anggota Dewan untuk sharing, bagaimana kembali mengembangkan sutra Alam di Soppeng.”harapnya.
Berbicara soal produksi dan pangsa pasar atau ekspor sutra alam itu sudah pernah ada komunikasi dengan pihak-pihak internasional ataupun lokal. Yakni, untuk Internasional ada negara ,Cina, Usbekistan dan India, sedangkan untuk lokal, Sengkang, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Bali yang siap untuk membeli hasil dari sutra alam tersebut.
Adapun beberapa pihak akademisi dan tokoh intelektual yang tergabung dalam Kopisalam diantaranya, Prof Sudirman Numba, Dr, Suhardi Bakri, Prof Bahruddin Ismaila( Tokoh Intelektual Soppeng, Andi Wanua Tangke.
Sebagaimana diketahui Soppeng dan Wajo terkenal sebagai daerah penghasil kain sutra terbaik di Sulawesi Selatan. Warga lokal menyebutnya Lipa Sabbe atau sarung sutra. Di Kabupaten Soppeng, pemerintah setempat bahkan membangun sentra pengembangan kain sutra yang dijuluki Kampung Sabbeta. Lokasinya di Desa Pising Kecamatan Donri – donri Soppeng.
Bahkan sudah ada juga Tarian kolosal yang pamerkan kain sutra Soppeng (Z Creators/Rudi Hartono). Tidak hanya itu karena kejayaannya di masa lalu, Presiden RI ke 2, Soeharto, dua kali berkunjung ke daerah ini dan membawa delegasi dari Cina dan India untuk melihat kampung Sutera Soppeng.
Selain bisa melihat aktivitas penenun kain sutra, setiap tahunnya ada pagelaran khusus untuk memperkenalkan kain sutera Soppeng lewat pementasan tarian kolosal. Namanya tari Lipa Sabbe. Ratusan penari akan mengenakan kain sutera terbaik dari desa mereka masing – masing.
Olehnya, diharapkan semua pihak atau stekholder bisa bersama-sama berperan aktif membangkitkan persutraan alam di Soppeng dan sekitarnya dimasa yang akan datang.













