Breaking News

Diskusi Gathering Masjid: “Libatkan Anak Muda yang Energik, Masjid Bisa Menjadi Pusat Peradaban dan Bukan Hanya Pusat Ibadah”

METAINFO.ID,MAKASSAR — Kritik tajam namun konstruktif disampaikan Sekretaris Moslem Friendly Forum (MFF) Yusuf Ismail dalam Gathering Masjid Region X Makassar, yang mempertemukan para pengurus masjid besar, komunitas, akademisi, dan pelaku industri syariah. Yusuf menilai bahwa stagnasi pengelolaan masjid hari ini bukan semata persoalan fasilitas atau pendanaan, tetapi karena anak muda tidak diberi ruang untuk berinovasi dan berperan aktif.

“Banyak pengurus masjid hari ini berusia lanjut, dan sebagian sudah tidak lagi adaptif dengan kebutuhan jamaah. Jika anak muda tidak dilibatkan, bagaimana masjid bisa bergerak sesuai zaman?” tegas Yusuf saat memandu jalannya diskusi.

Yusuf yang menjadi moderator dalam diskusi itu menilai bahwa keterbatasan inovasi membuat masjid tertinggal dalam menyerap isu-isu sosial di sekitar lingkungan ibadah. “Wajar saja kalau dalam radius satu kilometer dari masjid masih ada fakir miskin dan anak terlantar yang tidak terjangkau. Masjidnya sibuk, tetapi tidak responsif terhadap realitas di luarnya,” ujarnya.

Menurutnya, masjid semestinya menjadi ruang sosial yang paling adaptif mulai dari pelayanan jamaah, literasi ekonomi umat, hingga penanganan persoalan sosial secara cepat. Namun tugas itu tidak akan berjalan efektif bila regenerasi pengurus tidak dipersiapkan.

“Anak muda hari ini memiliki energi, kemampuan digital, dan kepekaan sosial. Jika mereka diberi ruang, saya yakin masjid bisa menjadi pusat peradaban, bukan hanya pusat ibadah,” tambahnya.

Pernyataan Yusuf mendapat perhatian para peserta diskusi yang hadir dalam sesi tersebut, terutama para DKM yang terlibat dalam program Makassar Muslim Friendly Market. Beberapa peserta mengakui bahwa tantangan terbesar masjid hari ini memang ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan sosial dan kebutuhan generasi baru jamaah.

Dalam forum itu, MFF mendorong konsep masjid yang lebih terbuka, modern, dan inklusif tidak hanya menjalankan ibadah rutin, tetapi juga melayani jamaah melalui program ekonomi, edukasi digital, serta intervensi sosial yang berbasis kebutuhan masyarakat sekitar.

Gathering Masjid Region X Makassar ini menjadi salah satu momentum penting bagi MFF, BSI, dan DMI dalam mendorong transformasi masjid menuju model pengelolaan yang lebih profesional, partisipatif, dan berkelanjutan. Dan suara kritis dari Yusuf Ismail menjadi pengingat bahwa masa depan masjid bergantung pada keberanian melakukan regenerasi.

Sejalan dengan hal itu, Heru Komarujaman, Ziswaf & Masjid Solution Senior Officer Islamic Ecosystem BSI Kantor Pusat, mendapat sambutan hangat dari para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari sejumlah masjid besar di Makassar.

Heru memaparkan bahwa BSI kini telah membina 68.445 masjid di seluruh Indonesia dengan total saldo ekosistem mencapai Rp 908 miliar, sementara khusus Makassar, telah terintegrasi 5.456 masjid dengan saldo mencapai Rp 51,7 miliar.

“Masjid hari ini memiliki peran lebih dari sekadar tempat ibadah. Ia merupakan pusat literasi, sosial, dan ekonomi umat. BSI hadir untuk memperkuat semua fungsi itu melalui layanan keuangan syariah yang modern dan transparan,” ujar Heru.

Ia juga menguraikan berbagai program penguatan ekosistem masjid, mulai dari QRIS Masjid, Tabungan dan Giro Masjid, Cash Management, Aplikasi Taqmir, hingga optimalisasi BSI Agen di lingkungan masjid. Program ini dirancang agar masjid mampu memberikan pelayanan keuangan syariah yang cepat, aman, dan ramah digital kepada jamaah.

*DKM Masjid Besar Makassar Apresiasi Program*

Para perwakilan DKM masjid besar seperti Masjid yang mewakili kawasan Panakkukang, Tamalanrea, Biringkanaya, hingga Manggala menyatakan antusiasme terhadap program tersebut.

“Program BSI ini sangat membantu kami beralih ke tata kelola keuangan masjid yang lebih transparan dan sesuai syariah. Dan kami melihat kolaborasi dengan MFF akan membuat gerakan ini lebih cepat meluas,” ujar salah satu peserta.

Beberapa DKM juga menyoroti manfaat QRIS Masjid serta Tabungan Haji Indonesia yang terhubung langsung dengan SISKOHAT, yang dinilai sangat membantu jamaah, khususnya generasi muda. (*\)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *