(IST)
METAINFO.ID,MAKASSAR-Keberadaan Depo Pertamina Makassar yang terletak di Jalan Sabutung, Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulsel, hingga kini masih menjadi ancaman dan sangat berbahaya bagi warga di sekitarnya.
Pasalnya, letak Depo Pertamina tersebut sangat dekat dengan pemukiman masyarakat yang padat penduduk.
Demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Public Policy Network (Polinet), Rizal Fauzi, Senin, (28/7/25).
Rizal menjelaskan, lokasi Depo Pertamina tersebut jaraknya hanya sekitar 19 meter dari Pemukiman Warga. Jadi, kondisi ini menurut dia sangat berbahaya bagi keselamatan warga, jika terjadi hal yang tak diinginkan.
Tidak hanya itu, Polinet membeberkan bahwa data yang mereka dapatkan dari hasil investigasi beberapa waktu lalu menunjukkan usia tangki Depo Pertamina Makassar kini sudah tak layak pakai dan dapat membahayakan keselamatan.
” Sebenarnya sudah pernah kita laporkan dan publis soal Depo pertamina ini, bahkan sudah dilakukan RDP di DPRD Sulsel, tapi yah begitulah tidak tuntas semua. Jadi,kami berharap agar Depo Pertamina itu dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan representatif.” tutur Rizal.
Oleh karena itu, Polinet sangat berharap ada langkah kongkrit yang dilakukan oleh pemerintah ataupun pihak yang berwenang untuk mencari solusi terbaik terhadap persoalan Depo Pertamina ini.
Bahkan, ia mengaku bahwa Polinet juga telah melakukan kajian ilmiah terhadap Depo Pertamina yang berlokasi di Kecamatan Ujung Tanah tersebut.
Salah satu hasil analisis juga menjelaskan tentang perspektif publik terkait dampak lingkungan Depo Pertamina Makassar. 69,23% menyatakan bahwa keberadaan depo Pertamina mencemari udara, sementara hanya 30,77% yang menganggap tidak mencemari udara.
” Kami juga telah menerbitkan kajian ilmiah dalam bentuk policy brief terkait hal ini.”ungkap Rizal.
Olehnya, pemindahan Depo Pertamina Makassar penting dilakukan dengan menghadirkan tempat dan teknologi baru yang menjamin pengelolaan yang berkualitas serta memenuhi standar resiko perusahaan internasional.
Pemindahan ini dapat menggunakan dua opsi, yakni pembangunan sepenuhnya oleh Pertamina atau menggunakan model kerja sama pihak swasta dengan model public private partnership. Penggunaan teknologi pengoperasian, jarak, dan usia tangki milik Pertamina sudah tak memenuhi standar nasional dan internasional, khususnya standar API 2510, jadi alasan Depo disarankan pindah.













