METAINFO.ID,MAKASSAR-Berjalan lancar, diskusi tersebut dihadiri oleh pemuda dan mahasiswa yang mewakili lembaga kemahasiswaan dari berbagai fakultas di Universitas Hasanuddin. IMM Komisariat Hukum melaksanakan kegiatan tersebut sebagai upaya menumbuhkan kesadaran pemuda mengenai agenda dan isu kebangsaan yang paling aktual tersebut yakni tentang demokrasi, politik, dan pemilu 2024 agar pemuda tidak apatis dan turut mengambil peran serta dalam pengawalan agenda yang menjadi penentu arah bangsa tersebut.
Yusril Ketua IMM Hukum UNHAS Pun menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya
“Pada dasarnya kenapa kita melaksanakan diskusi ini iyalah sebagai bentuk pengawalan kita menjaga demokrasi dan agar terhindar dari apatisme terhadap isu demikian yang belakangan ini tengah menjangkiti masyarakat terkhusus di golongan pemuda bahkan mahasiswa”
selanjutnya ia juga menambahkan bahwasanya pemuda sangat berkepentingan terhadap diskusi dengan isu seperti ini
“mengingat populasi pemuda indonesia yang amat sangat besar, serta menjadi pemilik suara terbanyak dalam pemilu nanti maka amat sangat penting dan amat berkepentingan bagi kita semua untuk mengawal dan mendalami isu isu tentang demokrasi ini kabar baiknya diskusi ini telah kita laksanakan bersama dengan hadirnya tokoh tokoh pemuda dari lembaga lembaga kemahasiswaan di lingkup unhas dan makassar seperti ini”.
Dalam diskusi tersebut Narasumber bergantian menyajikan materi terkait tema yang di angkat, Amril Hans, S.AP., MPA seorang akademisi dan Peneliti Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) menyajikan materi terkait dengan isu isu pemilu dalam beberapa tahun terakhir bahwasanya banyak sekali temuan temuan pelanggaran teknis baik dalam persiapan maupun di hari pemilihan dan seharusnya pemuda bisa mengambil peran dalam mengasistensi agenda yang menentukan masa depan negara
“Banyak sekali bentuk bentuk pelanggaran dan kesenjangan dalam pemilu diantaranya baik yang terjadi dilokasi tps di hari pemilihan maupun dalam masa persiapan dan masa kampanye, seharusnya pemuda bisa terlibat dalam mengasistensi hal tersebut setidak tidaknya bergabung menjadi penyelenggara baik di tingkat desa ataupun kecamatan, menjadi relawan pengawas, atau turut aktif dalam mengedukasi masyarakat menjadi pemilih cerdas”
Selanjutnya M. Farid Wajdi, S.H., M.H. Ketua KPU Kota Makassar menyampaikan materi mengenai bagaimana logika dan nalar pesta demokrasi itu sendiri bahwa pada dasarnya Pemilu atau pemilukada itu adalah pesta demokrasi sehingga kesan yang harus ada adalah kesan senang dan meriah bukan justru kesan mencekam atau menegangkan imbas dari persaingan politik .
“Pemilu dan pemilukada adalah pesta demokrasi dan pesta rakyat, jadi seharusnya sebagaimana pesta kita harus bersenang senang di situ. Tapi yang terjadi di masyarakat justru malah sebaliknya, yang kebanyakan terjadi adalah seakan pemilihan umum ini dianggap masa masa yang memecah belah saling mencurigai dan sebagainya hanya karena perbedaan pilihan politik, begitupun citra citra lembaga terkait yang selalu menjadi sasaran anggapan negatif masyarakat, baru bergerak sedikit dikiralah sedang berbuat kecurangan dan sebagainya, padahal 20 bulan atau kalau dikonfersi yakni 600 hari pemerintah telah menyiapkan biaya yang sangat mahal untuk mempersiapkan pesta demokrasi yang kurang dari 24 jam saja, jadi seharusnya hal hal yang seperti ini yang harus dan membutuhkan peran pemuda dalam mengedukasi masyarakat sebagai pemilih cerdas”
Lebih lanjut Ketua KPU Kota Makassar juga menyampaikan bahwa “peran pemuda itu begitu sentral dan dibutuhkan dalam mengawal hal ini, perannya bukan berarti harus ikut ikut menjadi penyelenggara atau terlibat menjadi tim sukses pemenangan, namun peran itu boleh dalam bentuk apapun termasuk Diskusi diskusi seperti yang di laksanakan IMM Hukum ini dan kami dari KPU Makassar begitu siap di undang bahkan membahas isu ini dalam diskusi sekecil apapun bentuknya”.
Demikian pun diskusi tersebut berlanjut dengan sesi tanya jawab bersama peserta diskusi dan ditutup dengan closing statement oleh narasumber serta Penyerahan sertifikat dan foto bersama.













