Breaking News
Berita  

Promosi Doktor Ikramullah Akmal di Hadiri Tokoh Nasional, Ketua Parpol, Rektor Hingga Kepala Desa

METAINFO.ID,MAKASSAR – Sejumlah tokoh hadir pada promosi doktor Muh Ikramullah Akmal diantaranya Wakil ketua MPR RI Prof Dr. Sjarifuddin Hasan, MM, MBA yang merupakan penguji eksternal, Prof Jafar Hafsah (Majelis Tinggi Partai Demokrat), Andi Nurpati ( Politisi Demokrat), Prof Husain Syam (Rektor UNM), Arsal Aras (ketua DPRD Mamuju Tengah), Andi Yusran Paris (Politisi PAN), Wakil ketua DPRD Bone, ketua Partai Demokrat Bone, Beberapa kepala desa dan beberapa tokoh lainnya.

Sidang Promosi Doktor berlangsung di Aula Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar (17/5/2023)

Ikramullah Akmal mengambil judul penelitian ‘Goverance Network pada Implementasi Kebijakan Energi Baru Terbarukan di Indonesia’. Adapun tim promotor yakni dan penguji Prof. Dr. H. M. Thahir Haning, M.Si, Dr. H. Badu Ahmad, M.Si.Prof, Dr. Phil Sukri, SIP, M.Si. untuk penguji internal Prof Dr. H. Rasyid Thaha, M. Si 6 Dr. H. Muhammad Yunus, MA 7. Dr. Hj. Hasniati, S.Sos, M.Si.

Ikramullah Akmal dalam pemaparannya menjelaskan tentang implementasi kebijakan energi baru terbaharukan berdasarkan pendekatan Network Governance. dalam penelitian ini menganalisis 4 dimensi yang dikemukakan Laumann (1987) yakni kontak, kepercayaan, sharing informasi dan pertukaran sumber daya.

“Temuan kami menunjukkan bahwa keempat dimensi ini dapat optimal jika didukung oleh desain organisasi yang baik. Desain organisasi yang dimaksud yakni desain model kelembagaan yang bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan EBT di Indonesia. Desain kelembagaan yang dihadirkan ini harus didasarkan pada UU Omnibus Law Energi terbaharukan agar memiliki posisi yang kuat seperti Lembaga serupa di Vietnam, cina, Australia dan jerman. Desain kelembagaan ini juga mengatur terkait penetapan harga, anggaran, sertifikat EBT dan koordinasi dengan pemerintah daerah. desain organisasi yang progresif inilah yang dapat mendorong efektifitas dimensi lainnya dalam mewujudkan zero energi 2060” jelas putra asal Sibulue, Kabupaten Bone

Pembina dara daeng Bone ini menambahkan, salah satu kendala kendala Kementrian ESDM mengkoordinasikan 80 lembaga negara dan mitra yakni karena tidak adanya dukungan regulasi yang kuat. sementara unruk regulasi sekarang hanya berlandaskan peraturan presiden.

“Pada intinya untuk mewujudkan kebijakan zero energi Indonesia tahun 2060 dibutuhkan kebijakan yang agresif dan fantastis” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *