METAINFO.ID, RIAU, 28 Agustus 2026 — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga berpotensi memengaruhi negara-negara tetangga.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam rapat koordinasi yang melibatkan Menteri Kehutanan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, dan Kapolda Riau di GOR Presisi Polda Riau, Jumat (28/8/2026).
Rapat tersebut membahas pentingnya koordinasi dan kesinambungan dalam penanganan karhutla. Upaya pencegahan dan pemadaman membutuhkan sinergi antarlembaga agar penanganan di lapangan dapat berjalan secara efektif.
“Komitmen para pejabat terkait dalam menangani isu nasional ini memang harus terkoordinasi dengan baik dan berkesinambungan,” ujar Sam Sangaji dalam keterangan pers di Riau.
Menurutnya, persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan juga dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat serta kualitas udara.
Isu tersebut turut mendapat perhatian dari negara tetangga, termasuk Malaysia dan Brunei. Karena itu, masukan dari negara-negara yang terdampak dapat menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Hutan adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada Indonesia. Karena itu, tanggapan dari negara tetangga dapat menjadi teguran sekaligus masukan untuk memperkuat pencegahan, penanggulangan, serta pengawasan terhadap pemanfaatan hutan,” katanya.
Sam menambahkan, apabila ditemukan pelanggaran dalam pengelolaan maupun pemanfaatan kawasan hutan, penindakan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan arahan Presiden Republik Indonesia.
“Jika ditemukan pelanggaran, penindakan sebaiknya dilakukan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia,” pungkasnya.













