Breaking News
Berita  

Usai Ada Demo Warga di DPRD Sulsel, Kini Muncul Baliho Penolakan PSEL di Tamalanrea

METAINFO.ID,MAKASSAR-Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berlokasi di Kecamatan Tamalanrea hingga kini mendapat penolakan dari warga Tamalanrea dan Mahasiswa. Seperti halnya, usai demonstrasi kelompok warga di Kantor DPRD Sulsel kemarin, kini bermunculan spanduk penolakan lokasi proyek terhadap program nasional PSEL tersebut di Kecamatan Tamalanrea.

Spanduk penolakan yang bertuliskan Tolak PSEL Tamalanrea dipasang di beberapa titik menandakan bahwa persoalan ini sangatlah serius menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan.

Ketua DPW Sarekat Hijau Sulsel, Rizal Fauzi mengaku, bahwa spanduk ini dipasang sebagai bentuk protes atas lokasi rencana pembangunan PSEL. Bahwasanya, jika PSEL berlokasi di Tamalanrea akan menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan lingkungan serta kemacetan parah dan masalah sosial lainnya.

Rizal mengatakan, pihak penyelenggara proyek PSEL, yakni PT SUS Shanghai Holding Limited bersama konsorsium Shanghai SUS Environment Co. Ltd dan PT Grand Puri Indonesia harus terbuka soal izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal ) dan izin Analisis Dampak Lalu Lintas ( Amdal Lalin).

“Kita pasang baliho untuk mengedukasi masyarakat. Harus diketahui amdal psel ini harus disosialisasikan secara luas seluruh Tamalanrea, belum lagi soal amdal lingkungan dan amdallalin. Kita belum tau bagaimana rute armada bahan baku yang dibawa ke psel PSEL pasti macet sekali nanti kalau sudah oprasi.”ungkap Rizal Fauzi, Kamis, (12 /6/2026).

Hal senada disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Hasanuddin, Engki Fatiawan, mengatakan ikut menolak PSEL bila dibangun di Kecamatan Tamalanrea.

“Kami dari mahasiswa unhas yang tergabung dalam ikatan mahasiswa muhammadiyah menolak PSEL dibangun di Kecamatan Tamalanrea karena lokasi pembangunan dekat dengan pemukiman warga.”ucap Engki Fatiawan.

Dia menegaskan bahwa alasan penolakan itu didasari oleh rencana kegiatan yang dibangun dekat dari permukiman penduduk. Menurut dia, jangan sampai terjadi penurunan kualitas udara dan timbulnya bau tidak sedap baik dari hasil insinerasi maupun mobilisasi sampah oleh truk pengangkut sampah yang juga akan berdampak pada kesehatan mayarakat. Selain itu, dampak penurunan kualitas air akibat air lindih bisa saja mempengaruhi air baku masyarakat khususnya bagi yang menggunakan air tanah.

“Apalagi jika IPALnya tidak terkelola dengan baik. oleh karena itu, Pemerintah dan PT. SUS harus meninjau lebih jauh terkait dampak biofisik lingkungan serta persepsi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.”tegasnya.

Sementara itu. salah seorang ibu-ibu yang merupakan warga Mula Baru Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea juga sepakat dengan adanya spanduk penolakan psel yang dibentangkan di beberapa titik. Hal itu ia sampaikan ketika saat aliansi sedang memasang spanduk di samping tol.

” Sama-samajeki dek, kita warga di sini juga menolak. sembilan puluh persen warga mula baru menolak kalau PSEL dibangun di sini.” ujar ibu paru baya yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya diketahui ada tujuh lembaga yang tergabung dalam Aliansi Kawal PTSEL Makassar menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut dan meminta pemerintah meninjau kembali lokasi pembangunan.Ketujuh aliansi itu diantaranya,PB Pemuda Muslimin Indonesia, Profetik Institute, SHI Sulsel, SEMMI Sulsel, Republik Hijau, TABIR Squad, dan IMM Unhas. Mereka menyatakan pembangunan PSEL di kawasan Tamalanrea dinilai kurang tepat dari aspek lingkungan, tata ruang, hingga efisiensi operasional.

Namun pada dasarnya, sebenarnya proyek PSEL ini bukan ditolak programnya, tetapi penempatan lokasi pembangunan PSEL tersebut harus dievaluasi demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Diketahui bersama,PSEL adalah singkatan dari Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik. Ini adalah pengelolaan sampah program nasional yang bertujuan untuk mengatasi masalah darurat sampah di kota-kota besar dengan cara mengubah limbah menjadi sumber listrik ramah lingkungan melalui teknologi modern (seperti insinerasi atau waste to energy).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *