Breaking News
Berita  

Tokoh Masyarakat H.Sukardi Haseng Ikut Suarakan “Tak Setuju”Pembangunan PSEL di Tamalanrea

(Ist)

 

METAINFO.ID,MAKASSAR-Usai aliansi yang dimotori oleh PB Pemuda Muslimin Indonesia, Profetik Institute, SHI Sulsel, SEMMI Sulsel, Republik Hijau, TABIR Squad, dan IMM Unhas menilai pembangunan PSEL di Kecamatan Tamalanrea langkah kurang tepat, kini giliran Tokoh Masyarakat Tamalanrea, H.Sukardi Haseng ikut menyuarakan secara tegas bahwa ia tidak setuju jika pembangunan PSEL berlokasi di wilayah tersebut.

Menurut H.Sukardi, bila PSEL jadi dibangun dikecamatan Tamalanrea, hal itu akan menimbulkan banyak persoalan. Adapun masalah yang ditimbulkan diantaranya,  kemacetan, polusi, dan dampak sosial lainnya.Apalagi, wilayah Tamalanrea dikenal sebagai wilayah pendidikan.

Kendati demikian H.Sukardi tetap mengapresiasi langkah Pemkot Makassar dalam mengupayakan penanganan sampah modern melalui PSEL sebagai tonggak sejarah lingkungan yang bersih. Namun, ia berharap letak dari pembangunan proyek PSEL harus strategis, efisien dan tidak menimbulkan banyak persoalan baru.

Sebelumnya diketahui, rencana Pemerintah Kota Makassar memindahkan lokasi mega proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ke Kecamatan Tamalanrea memicu perlawanan total secara terstruktur dan akademis. Tujuh lembaga lintas sektor yang terdiri dari gerakan pemuda, lembaga riset, organisasi lingkungan, hingga elemen mahasiswa kritis resmi bersatu merapatkan barisan. Aliansi yang dimotori oleh PB Pemuda Muslimin Indonesia, Profetik Institute, SHI Sulsel, SEMMI Sulsel, Republik Hijau, TABIR Squad, dan IMM Unhas ini secara tegas mengeluarkan rilis pernyataan bersama. Mereka kompak menyatakan bahwa menempatkan industri sampah di Tamalanrea Makassar adalah langkah yang kurang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *