METAINFO.ID, Makassar — Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ekonomi Sosial Politik-Fakultas Ilmu Budaya menggelar kegiatan bedah buku Teori Pengetahuan karya Murtadha Mutahhari di Universitas Hasanuddin pada Selasa (07/04/2026).
Bedah buku tersebut menghadirkan Mulia Awalia sebagai pembedah sekaligus narasumber utama. Dalam pemaparannya, Mulia membahas Bab 1 buku yang berjudul Posibilitas Pengetahuan, yang menekankan pentingnya pengetahuan sebagai fondasi utama dalam membangun pemikiran dan ideologi manusia.
Menurut Mulia, pengetahuan menjadi dasar dari seluruh pemikiran manusia. Dari pengetahuan lahir pandangan dunia, kemudian dari pandangan dunia terbentuk ideologi dan tindakan manusia. Oleh karena itu, perbedaan ideologi yang terjadi di masyarakat pada dasarnya berasal dari perbedaan dalam memahami realitas.
“Pengetahuan merupakan fondasi utama sebelum seseorang membangun ideologi. Perbedaan dalam memahami realitas melahirkan perbedaan pandangan hidup dan tindakan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam sejarah filsafat terdapat perdebatan panjang mengenai kemungkinan manusia memperoleh pengetahuan. Kaum skeptis seperti Pyrrho beranggapan bahwa manusia tidak dapat memperoleh pengetahuan yang pasti karena keterbatasan indera dan akal.
Namun, menurut Mulia, pandangan tersebut mendapat bantahan karena kesadaran manusia terhadap kesalahan justru menunjukkan adanya pengetahuan yang benar. Dengan demikian, pengetahuan tidak mustahil, melainkan perlu adanya kriteria untuk membedakan antara pengetahuan yang benar dan yang keliru.
Selain itu, Mulia juga menyoroti perspektif Al-Qur’an yang mendorong manusia untuk mencari pengetahuan melalui proses berpikir, mengamati alam, serta mengenal diri sendiri. Ia juga mengangkat kisah Nabi Adam sebagai contoh bahwa manusia diberi kemampuan pengetahuan yang luas.
“Kesalahan Nabi Adam bukan karena mengetahui, tetapi karena tidak mengamalkan pengetahuan tersebut. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan harus diiringi dengan tanggung jawab moral,” jelasnya.
Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para kader IMM Unhas menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti diskusi yang dinilai mampu memperluas wawasan filosofis dan memperkuat budaya literasi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, PK IMM Eksotik FIB berharap tradisi membaca dan diskusi ilmiah dapat terus berkembang, serta mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan aktif dalam merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan komitmen untuk terus melaksanakan kegiatan literasi sebagai bagian dari gerakan intelektual IMM Eksotik FIB.(**)













