METAINFO.ID,MAKASSAR – Hasil survei yang dilakukan Tim Riset Menit Indonesia menunjukkan dukungan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) terhadap calon rektor periode 2026–2030 mengerucut pada satu nama. Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.MedEd muncul sebagai kandidat terkuat dengan perolehan suara mayoritas, jauh meninggalkan Rektor Unhas saat ini, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., atau yang akrab disapa Prof. JJ.
Data yang dirilis Menit Indonesia pada Minggu (21/9/2025) memperlihatkan Prof. Budu meraih 52% dukungan alumni, sementara Prof. JJ hanya memperoleh 25%. Adapun kandidat lain mencatat dukungan lebih rendah, yakni dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed., Ph.D. (9%), Prof. Dr. Sukardi Weda, SS., M.Hum., M.Pd., M.Si., MM., M.Sos.I, MA. (7%), Prof. Ir. Muhammad Iqbal Djawad, M.Sc., Ph.D. (4%), serta Dr. Ir. Zulfajri Basri Hasanuddin, M.Eng. (3%).
Hasil ini menegaskan keunggulan telak Prof. Budu yang berhasil menguasai lebih dari separuh suara alumni, sekaligus meninggalkan jauh Prof. JJ yang hanya meraih seperempat dukungan.
Direktur Utama PT Menit Indonesia Cerdas, Andi Besse Nabila Saskia, menegaskan bahwa survei ini tidak dimaksudkan untuk memengaruhi senat guru besar Unhas, melainkan semata-mata sebagai potret aspirasi alumni.
“Kami ingin menghadirkan gambaran objektif bagaimana alumni melihat para kandidat. Survei ini ilmiah, dilakukan dengan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan, dan murni bertujuan mendengar aspirasi alumni,” ujarnya.
Nabila menambahkan, suara alumni memang bukan faktor penentu dalam pemilihan rektor, namun tetap penting sebagai representasi moral bagi kampus.
“Aspirasi alumni adalah energi moral yang penting bagi atmosfer akademik Unhas. Hasil survei ini adalah refleksi dari suara mereka yang layak menjadi perhatian,” pungkasnya.













