METAINFO.ID, Makassar – Jelang pemilihan rektor Unhas periode 2026-2030 semakin memanas. Prof. Jamaluddin Jompa, yang akrab disapa Prof JJ dianggap sebagai patahana sekaligus calon terkuat seketika rontok sejak Prof Budu resmi mendaftarkan diri. Disinyalir Prof Budu masih memiliki kekuatan yang rapih sehingga tak mudah untuk dikalahkan.
Menurut sejumlah pemberitaan, Prof JJ hadir bersama sang istri, Hartati Tamti. Ia mengakui bahwa pada saat pertama kali melakukan pendaftaran, dirinya merasa cukup tegang.
“Barusan dumba-dumba, jangan sampai ada yang tidak sah,” kata Prof JJ saat menyerahkan berkas kepada panitia.
Prof JJ turut didampingi oleh beberapa kolega, termasuk sejumlah dekan dan pejabat dari lingkungan rektorat Unhas. Dari seluruh dekan, hanya Prof Budu yang saat ini menjabat sebagai Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas yang tidak turut serta dalam proses pendaftaran. Sementara itu, Prof Budu saat dikonfirmasi oleh wartawan terkait tidak hadirnya mengantarkan Prof JJ saat pendaftaran, Ia mengaku tidak mendapat undangan atau tidak diberitahu.
“saya tidak tahu, dan saya tidak diberitahu, padahal waktu itu bertepatan dengan penerimaan mahasiswa baru. Dan saya hadir, hanya memang tidak ada pemberitahuan ke saya” jelas Budu.
Prof Budu juga menambahkan, andai saya diberitahu maka saya pasti datang. Saya sangat hormat sama pak rektor selaku pimpinan saya. Tegas Prof Budu
Selanjutnya Prof Budu juga menanggapi pertanyaan dari media mengapa tidak ada dekan yang mengantar saat pendaftaran.
“mereka mendoakan saya, kami ada grup WA bersama sama”. Papar Prof Budu
Tak kalah menarik juga dari kedua kandidasi ini adalah bagaimana menakar kekuatan mereka secara internal dan eksternal Unhas.
Dari informasi yang beredar bahwa secara internal diduga kuat Prof JJ punya basis massa yang kuat sehingga sangat diperhitungkan untuk lolos dalam penjaringan tahap pertama ditingkat senat universitas. Ia mengantongi beberapa pemilik suara yang fantastik.
Sementara secara eksternal Prof JJ mendekat kepada kekuasaan di Pusat melalui kedekatan dengan Petinggi Parpol PDI Perjuangan. Hal ini sontak menjadi topik hangat lantaran beredar rumor adanya selembar kertas sakti yang beredar sebagai komitmen Prof JJ dengan ditandatangani bermaterai yang sah. Atas rumor ini Tim gabungan media masih berusaha mengonfirmasi pihak Unhas tapi sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban.
Sedangkan prof Budu, secara internal diduga kuat bahwa tim prof Budu masih solid, semakin mendapatkan simpati positif sehingga semakin mematangkan dan meyakinkan Prof Budu optimis menyambut perhelatan pemilihan rektor Unhas periode 2026-2030. Tim prof Budu terus menggalang dukungan secara persuasif, dan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Selain itu, Prof Budu secara eksternal juga punya kekuatan dengan kedekatan berbagai elit lingkaran kekuasaan. Sebagai salah satu dokter senior dan pernah berkiprah di kancah nasional bahkan internasional, bukan tidak mungkin ia memiliki relasi kuasa yang kuat dan mengakar.
Sementara kesamaan misi yang bisa kita lihat dari kedua kandidasi ini, bahwa berdasarkan pemberitaan yang beredar. Keduanya punya niatan yang baik untuk membawa Unhas yang lebih baik ke kanca nasional dan internasional. Dengan berbagai metode dan strategi yang diusung masing-masing.(EFN)













